INFILTRASI INTELIJEN DALAM TUBUH NII KW-9

Pada tahun 1994, di Pandeglang terjadi penangkapan besar-besaran terhadap 800 lebih jamaah NII KW-9. Mereka yang ditangkap aparat itu sebenarnya mantan anggota NII KW-9 pimpinan Toto Salam alias Abu Toto. Di hadapan aparat mereka mengakui baru saja melepaskan diri dari keanggotaan NII KW-9, serta menjelaskan bahwa pimpinan mereka adalah Abu Toto. Mereka semua akhirnya dijebloskan ke penjara dengan masa tahanan paling rendah 23 minggu. Namun, sosok yang bernama Abu Toto sendiri sama sekali tidak disentuh aparat.

Siapa sebenarnya Abu Toto? Di tahun 1980, menurut pengakuan Mohammad Sebari (mantan Kepala Bagian Keuangan DPR RI dan tokoh elite KW-9), ketika elite NII KW-9 ditangkap Ali Moertopo, Abu Toto justru kabur ke Sabah (Malaysia) sambil membawa lari uang jamaah sebanyak dua miliar rupiah. Toto muncul kembali sekitar tahun 1988-1989 dan bergabung dengan Karim Hasan yang secara ideologis sudah berbeda dengan Soebari. Toto berhasil meyakinkan Karim Hasan yang secara akidah sudah menyimpang itu untuk ‘kembali’ kepada NII. Padahal, di tahun 1983, Karim Hasan sudah menyatakan keluar dari NII faksi Adah Djaelani.

Tahun 1992, H. Rais Ahmad yang ketika itu menjabat sebagai pimpinan NII KW-9 ditangkap aparat. Namun, Toto yang juga petinggi KW-9 tidak tersentuh aparat. H. Rais akhirnya mendekam di tahanan hingga 1997 tanpa proses peradilan, hingga akhir hayatnya. Setelah H Rais ditangkap, Toto pun leluasa mengambil tongkat estafet kepemimpinan NII KW-9 yang terus melanggengkan doktrin sesat ala Lembaga Kerasulan yang disebarkan Karim Hasan, hingga kini.

Seluruh peristiwa penangkapan jamaah NII KW-9 di tahun 1992 dan 1994 merupakan hasil laporan Toto sendiri. Menurut sumber dari kalangan pergerakan Islam, sudah sejak 1986 Toto direkrut aparat, disuruh pulang dari pelariannya, kemudian ‘membangun kembali NII’ setelah sebelumnya masuk ke dalam lingkaran Karim Hasan, tokoh sekte Lembaga Kerasulan.

Pada tanggal 27 Agustus 1999, masyarakat pergerakan Islam dikejutkan oleh sebuah pemberitaan berkenaan dengan diresmikannya sebuah pesantren oleh Presiden B.J. Habibie, di Indramayu (Jawa Barat). Pesantren termegah di Asia Tenggara itu bernama Ma’had Al-Zaytun, yang dipimpin oleh Syaikh Al-Ma’had AS Panji Gumilang.

Yang membuat kalangan pergerakan terkejut bukanlah semata-mata karena kemegahan pesantren yang berdiri di tengah-tengah kemiskinan rakyat sekitarnya, tetapi terutama karena sosok yang bernama AS Panji Gumilang, yang tak lain adalah Abu Toto, alias Toto Salam, yang pernah memfitnah H Rais (1992) hingga masuk penjara, dan pernah melaporkan 800 lebih jamaahnya sendiri (jamaah NII KW-9) sehingga ditangkap aparat (tahun 1994), karena mereka melepaskan keanggotaannya di KW-9 dan tidak mengakui kepemimpinan Toto Salam!

Pada tanggal 14 Mei 2003 Jenderal AM Hendropriyono (dalam kapasitasnya sebagai Kepala BIN), atas nama Presiden RI (waktu itu) Megawati, memenuhi undangan Panji Gumilang untuk menancapkan patok pertama bangunan gedung pembelajaran yang diberi nama Gedung Doktor Insinyur Haji Ahmad Soekarno. Kehadiran Jenderal Hendropriyono ketika itu diikuti hampir seluruh pejabat tinggi BIN.

Pada Pemilu Legislatif 5 April 2004, terdapat sekitar 11.563 pemilih yang tersebar di 39 TPS Khusus Al-Zaytun, hampir seluruhnya (92,84 persen) diberikan kepada Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) pimpinan Jenderal Purn. Hartono dan Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut—putri Soeharto). Selebihnya (618 suara) diberikan kepada Partai Golkar.

Tanggal 5 Juli 2004, masyarakat kembali dikejutkan oleh pemberitaan seputar Pemilihan Presiden, yaitu ketika Al-Zaytun berubah sementara menjadi ‘TPS Khusus’ yang menampung puluhan ribu suara (24.878 jiwa) untuk mendukung calon presiden Jenderal Wiranto. Ketika itu, puluhan armada TNIAD hilir-mudik mengangkut ribuan orang dari luar Indramayu yang akan memberikan suaranya di TPS tersebut. Dalam perkembangannya, hasil dari TPS Khusus ini dianulir.

Sebelum kasus penimbunan senjata oleh Brigjen Koesmayadi diungkap oleh KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso (yakni pada 29 Juni 2006), beberapa tahun sebelumnya sejumlah aktivis Islam pernah melaporkan kepada aparat kepolisian tentang adanya timbunan senjata di Al-Zaytun, pada sebuah tempat yang dinamakan Bunker. Laporan itu baru ditindak-lanjuti aparat kepolisian beberapa bulan kemudian, setelah ratusan senjata itu dipindahkan ke tempat lain, dan bunker tempat penyimpanan senjata sudah berubah fungsi. Senjata-senjata itu milik seorang jenderal aktif yang sangat berpengaruh pada masanya.

Dari rentetan fakta di atas, tampaknya sulit untuk mencegah bila ada yang menyimpukan bahwa Toto Salam alias Abu Toto adalah sosok yang disusupkan ke dalam gerakan Islam, dengan proyek mercusuarnya berupa Ma’had Al-Zaytun. Yang menarik, pada akhir 1999 Z.A. Maulani (Kepala BAKIN saat itu) pernah membawa pesan AS Panji Gumilang kepada Al Chaidar untuk tidak menerbitkan buku yang mengupas sepak terjang Toto Salam dan keberadaan Al-Zaytun. Beberapa bulan sebelum buku tersebut terbit, Al Chaidar diajak oleh Zaenal Muttaqin[1] (Pemimpin Redaksi Sabili kala itu) ke rumah makan “Sate Pancoran.” Ternyata di tempat itu sudah menanti Z.A. Maulani. Al Chaidar mau menghentikan rencana penerbitan buku tersebut dengan imbalan satu miliar rupiah. Tampaknya tidak ada kesepakatan di antara mereka, dan sebagaimana telah sama-sama diketahui, buku tersebut terbit perdana pada Januari 2000 dan beberapa kali mengalami cetak ulang.

Ditulis oleh : Irfan S. Awwas, dalam buku “Trilogi Kepemimpinan NII”, terbitan Uswah


[1] Zaenal Muttaqin, mantan aktivis Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin) ini memang dikenal dekat dengan kalangan jenderal, seperti Z.A. Maulani, Muchdi PR (terakhir menjabat sebagai salah satu Deputi BIN di bawah Hendropriyono, dan kemudian ditangkap dengan tuduhan dalang pembunuhan aktivis HAM Munir pada Juni 2008), Letjen Prabowo Subianto, Brigjen Adityawarman Thaha, Mayjen Kivlan Zein (jenderal yang oleh Abdurrahman Wahid pernah disebut dengan julukan “Mayjen K” ketika kasus Ambon pertama kali meledak).

  1. kebenaran akan segera terungkap …ALLAHUAKBAR 3x

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.