INFILTRASI INTELIJEN DALAM KASUS PEMBAJAKAN PESAWAT WOYLA
Tahun 1981 Najamuddin disusupkan ke dalam gerakan Jamaah Imran di Cimahi, Jawa Barat. Najamuddin pulalah yang merancang aksi anarkis berupa penyerbuan Polsek Cicendo, bahkan merancang aksi pembajakan pesawat Garuda. Peristiwa ini dikenal dengan kasus “Pembajakan Woyla.” Salah seorang “sutradara” pembajakan Woyla adalah Mulyani (belakangan lebih dikenal dengan nama A. Yani Wahid, kini almarhum). Sebagai “sutradara” ia tidak ikut dalam aksi pembajakan, namun segala persiapan pembajakan berada di tangannya. Semasa hidupnya, almarhum berkawan karib dengan Hendropriyono, bahkan ia menjadi motor penggerak di dalam mencetuskan konsep ishlah untuk kasus “Lampung Berdarah.” Selain itu, Yani juga pernah menjadi staf Menkopolkam semasa dijabat SBY (di era pemerintahan Megawati). Bahkan dia ikut pula menyukseskan SBY hingga mencapai puncak sebagai Presiden RI.FI
Stigmatisasi ala Komando Jihad juga terjadi pada kelompok pengajian pimpinan Imran bin Zein ini. Sebagai sebuah kelompok pengajian, pemuda-pemuda bersemangat kala itu sama sekali tidak menyebut dirinya sebagai Jamaah Imran. Barulah setelah pecah kasus penyerbuan Polsek Cicendo dan pembajakan Pesawat Woyla, kelompok ini diberi label Jamaah Imran oleh aparat berwenang.
Ditulis oleh Irfan S. Awwas, dalam buku “Trilogi Kepemimpinan NII”, Terbitan Uswah
No trackbacks yet.