Benang Merah Pancasila dan Zionisme dalam Talmud Yahudi

Oleh: Irfan S Awwas

Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

FENOMENA munculnya komunitas Yahudi secara terbuka di Indonesia menarik dicermati, setidaknya karena dua alasan. Pertama, selain belum memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, secara konstitusional Indonesia belum mengakui eksistensi negara Israel yang masih menjajah negara Palestina.

Kedua, merebaknya isu Negara Islam Indonesia (NII) KW 9, yang diklaim sebagai akibat ditinggalkannya ideologi Pancasila, yang ditengarai sejumlah pihak telah mengalami keropos dan ditinggalkan rakyat.

Kenyataan ini mendorong munculnya wacana 4 pilar kebangsaan. Yaitu NKRI, UUD 1945, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika. Lalu, apa relevansinya mengaitkan kitab suci Yahudi, NII dan semangat kembali ke Pancasila? Tulisan berikut ini akan mengurai, adakah benang merah Pancasila dan Zionisme dalam Talmud Yahudi.

Pancasila dalam Talmud

Selama ini, Pancasila diyakini sebagai made in Indonesia asli, produk pemikiran yang digali dari rahim bumi pertiwi. Kemudian, berhasil dirumuskan sebagai ideologi dan falsafah bangsa oleh Bung Karno, hingga menjadi rumusan seperti yang kita kenal sekarang.

Sejauh mana klaim di atas memperoleh legitimasi historis serta validitas akademik? Adakah bangsa lain dan gerakan ideologi lain yang telah memiliki Pancasila sebelum Soekarno menyampaikan pidatonya di depan sidang BPUPKI, 1 Juni 1945?

….Pancasila bukanlah produk domestik yang orisinal, melainkan intervensi ideologi transnasional….

Sebagai peletak dasar negara Pancasila, Bung Karno mengaku, dalam merumuskan ideologi kebangsaannya, banyak terpengaruh pemikiran dari luar. Di depan sidang BPUPKI, Bung Karno mendiskripsikan pengakuannya:

“Pada waktu saya berumur 16 tahun, saya dipengaruhi oleh seorang sosialis bernama A. Baars, yang memberi pelajaran pada saya, ‘jangan berpaham kebangsaan, tapi berpahamlah rasa kemanusiaan sedunia”.

Tetapi pada tahun 1918, kata Bung Karno selanjutnya, alhamdulillah ada orang lain yang memperingatkan saya, yaitu Dr. Sun Yat Sen. Di dalam tulisannya San Min Chu I atau The Three People’s Principles, saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmopolitisme yang diajarkan A. Baars itu. Sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan di hati saya oleh pengaruh buku tersebut.”

Pengakuan jujur Bung Karno ini membuktikan, sebenarnya Pancasila bukanlah produk domestik yang orisinal, melainkan intervensi ideologi transnasional yang dikemas dalam format domestik. Read more

ISLAM LIBERAL, Bangkitnya “ISLAM PROTESTAN”

Seorang Luthfi Asy-Syaukani (dosen Universitas Paramadina Jakarta), tokoh Jaringan Islam Liberal yang menjadi moderator di e-group pernah mengutarakan (tanggal 13-03-2001) tentang tujuan berdirinya Islam Liberal : “Saya melihat bahwa mayoritas umat Islam yang ada sekarang adalah Islam ortodoks, baik dalam wajahnya yang undamentalis maupun konservtif. Islam liberal datan sebagai sebuah bentuk protes dan perlawanan terhadap dominasi itu. Ketika kita mengatakan “bebas dari” dan “bebas untuk”, kita mmposisikan diri menjadi seorang yang “protestan” yang berusaha mencari hal-hal yang baik dari warisan agama dan membuang hal-hal yang buruk. Saya membayangkan semangat protestanisme itu adalah semangat yang seluruhnya bersifat positif, seperti yang dijelaskan dengan sangat bagus oleh Weber. Dalam bayangan saya, “Islam liberal” adalah sebuah gerakan reformasi (dalam semangat protestanisme klasik) yang berusaha memperbaiki kehidupan umat Islam, baik menyangkut pemahaman keberagamaan mereka maupun persoalan-persoalan lainnya (politik, ekonomi, budaya, dll)”.

Dari ucapan tokoh Islam Liberal diatas bisa dilihat tujuan JIL (jaringan Islam Liberal) adalah mem-protestan-kan Islam sebagaimana Martin Luther pernah mem-protestan-kan Kristen Katholik di Barat….. Read more

Inflasi : Proses Pengurangan Timbangan Secara Massal, Salah Siapa…?

Oleh Muhaimin Iqbal

Supaya ada rasa empati kita dengan sebagian penduduk negeri ini yang bekerja sebagai pekerja kasar, marilah kita bayangkan diri kita adalah mereka – setiap hari kita bekerja keras banting tulang untuk menghidupi anak istri. Sebagai buruh kasar , tahun 2006 kita mendapatkan upah rata-rata Rp 30,000/hari. Sebagian dari kita ada yang beruntung bekerja pada majikan yang usahanya berjalan baik sehingga mampu menaikkan upah 10% per tahun, maka upah mereka ini tahun 2010 lalu telah menjadi Rp 44,000/hari.Sebagian yang lain bekerja dengan majikan yang usahanya pas-pasan – majikan ini hanya mampu menaikkan upah 5% per tahun – maka upah mereka menjadi Rp 36,500/hari. Sebagian yang lain lagi, majikannya hanya mampu untuk sekedar survive di tengah persaingan dan krisis ekonomi global – mereka tidak mampu menaikkan upah buruh – tetapi masih untung tidak mem-PHK-kan para buruhnya – maka untuk mereka ini upahnya tetap Rp 30,000/ hari hingga kini.Baik yang bekerja di majikan yang usahanya maju, pas-pasan maupun yang sekedar survive– semuanya sama telah bekerja dengan sangat keras selama lima tahun dari 2006 – 2010 untuk tetap mendapatkan upahnya masing-masing. Sebagai buruh kasar dengan penghasilan antara Rp 30,000/hari s/d Rp 44,000/ hari tersebut – sebagian terbesar dari penghasilan ini habis untuk membeli bahan pangan untuk bertahan hidup sehari-hari.

Di sinilah masalahnya, meskipun mereka tetap terus dapat bekerja keras – dan majikan merekapun dengan kegigihannya mampu mempertahankan lapangan kerja yang ada – dari waktu ke waktu ketika upah hendak kita belikan bahan pangan beras misalnya – terus berkurang beras yang dapat kita bawa pulang untuk keluarga kita.

Dengan penghasilan Rp 30,000/hari tahun 2006 dapat untuk membeli beras sebanyak 9 kg – upah yang sama kini hanya cukup untuk membeli 6 kg beras. Yang penghasilannya naik 5% per tahun dengan upah Rp 36,500/ hari, kini hanya cukup untuk membeli 7 kg beras. Sedangkan yang naik 10 % per tahun dengan upah Rp 44,000 per hari kini hanya dapat untuk membeli beras 8 kg. Grafik dibawah menggambarkan nilai tukar upah tersebut diatas terhadap beras yang dihitung berdasarkan data inflasi kelompok bahan pangan dari Biro Pusat Statistik.

Upah Buruh Setara Beras…

Lantas siapa yang ‘mengurangi timbangan’ beras kita tersebut ? dengan kerja keras yang sama beras yang dapat kita beli kok terus berkurang dari waktu ke waktu ?. Inilah yang namanya inflasi, maka tugas para pemimpin dan otoritas keuangan dan moneter negeri ini antara lain adalah untuk menjaga agar inflasi serendah mungkin dan tidak boleh melebihi kenaikan daya beli masyarakat.

Inilah yang diingatkan oleh Ibnu Taimiyyah kepada pemimpin negeri di jamannya, “Jumlah fulus ( uang yang lebih rendah dari Dinar dan Dirham seperti tembaga) hanya boleh dicetak secara proporsional terhadap jumlah transaksi sedemikian rupa sehingga terjamin harga yang adil. Penguasa tidak boleh mencetak fulus berlebihan yang merugikan masyarakat karena rusaknya daya beli fulus yang sudah ada di tangan mereka”.

Kegagalan mempertahankan daya beli fulus atau uang kertas sekarang adalah kegagalan untuk menegakkan timbangan – terlihat dari semakin sedikitnya beras yang dapat ‘ditimbang’ dengan uang yang sama seperti dalam contoh tersebut diatas.

Tegaknya timbangan ini adalah bagian yang amat sangat penting dalam Islam yang muncul di beberapa ayat di Al-Quran. Bahkan Allah mencela orang-orang yang mengurangi timbangan tersebut. “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS 83 : 1-3).

Kalau mengurangi timbangan yang dilakukan oleh individu yang korbannya adalah individu yang lain saja sudah cukup bagi Allah untuk mendatangkan kecelakaan besar, lantas apa yang terjadi bila pengurangan timbangan ini terjadi secara sistematis dan massal – melalui penurunan daya beli mata uang – daya beli hasil kerja keras ratusan juta penduduk negeri ini ?. Mungkin inilah yang perlu jadi renungan para pemimpin negeri ini di eksekutif, legislative maupun yudikatif.

Kita perlu rame-rame mengkampanyekan tegaknya timbangan dalam arti luas, agar Allah tidak menimpakan kecelakaan besar bagi negeri ini. Semoga Allah memberi petunjuk jalanNya yang lurus bagi kita dan para pemimpin kita. Amin.

INFILTRASI INTELIJEN DALAM TUBUH NII KW-9

Pada tahun 1994, di Pandeglang terjadi penangkapan besar-besaran terhadap 800 lebih jamaah NII KW-9. Mereka yang ditangkap aparat itu sebenarnya mantan anggota NII KW-9 pimpinan Toto Salam alias Abu Toto. Di hadapan aparat mereka mengakui baru saja melepaskan diri dari keanggotaan NII KW-9, serta menjelaskan bahwa pimpinan mereka adalah Abu Toto. Mereka semua akhirnya dijebloskan ke penjara dengan masa tahanan paling rendah 23 minggu. Namun, sosok yang bernama Abu Toto sendiri sama sekali tidak disentuh aparat.

Siapa sebenarnya Abu Toto? Di tahun 1980, menurut pengakuan Mohammad Sebari (mantan Kepala Bagian Keuangan DPR RI dan tokoh elite KW-9), ketika elite NII KW-9 ditangkap Ali Moertopo, Abu Toto justru kabur ke Sabah (Malaysia) sambil membawa lari uang jamaah sebanyak dua miliar rupiah. Toto muncul kembali sekitar tahun 1988-1989 dan bergabung dengan Karim Hasan yang secara ideologis sudah berbeda dengan Soebari. Toto berhasil meyakinkan Karim Hasan yang secara akidah sudah menyimpang itu untuk ‘kembali’ kepada NII. Padahal, di tahun 1983, Karim Hasan sudah menyatakan keluar dari NII faksi Adah Djaelani. Read more

Londo Gosong

Londo Gosong[1]

Semasa simbah SD dulu, di lapangan sepakbola kabupaten seringkali diputar pilem layar tancep alias misbar (gerimis bubar). Pilem yang biasanya terbagi menjadi beberapa rol putaran itu menjadi acara paporit karena memang belum banyaknya alternatip hiburan yang tersedia saat itu. Salah satu pilem paporit simbah kala itu adalah si Pitung, yang gak pernah simbah tonton sampai rampung dikarenakan di saat rol terakhir mau habis, simbah hampir selalu diajak pulang oleh mbah kakung yang sudah ngantuk.

Di pilem lawas itu diceritakan bagaimana si Pitung dengan heroiknya melawan penjajah Belanda yang dengan wagunya diperankan oleh bintang-bintang pilem terkenal saat itu. Di hampir semua episode, usaha si Pitung selalu dijegal oleh orang pribumi yang malah justru menjadi antek penjajah. Kulitannya pribumi, tapi hatinya ikut Londo (Penjajah Belanda). Maka wajar jika lantas karakter ini disebut sebagai Londo Gosong.

Karakter Londo Gosong ini merupakan karakter pengkhianat yang selalu merugikan sang tokoh pahlawan. Tidak hanya di pilem si Pitung karakter Londo Gosong ini bisa ditemui, tapi di pilem-pilem kepahlawanan lainnya selalu saja ada karakter dengan perilaku Londo Gosong ini. Ciri-ciri Londo Gosong era jaman pilem kuno ini selalu diwarnai dengan watak pengkhianat yang mau menjual bangsanya sendiri. Rela dijejeli roti keju buat menusuk dari dalam. Lebih mencintai gulden Londo daripada gobangan rupiah anak negeri. Dan lebih bangga mengonsumsi apa-apa yang berbau Londo daripada produk dewek. Read more

INFILTRASI INTELIJEN DALAM KASUS PEMBAJAKAN PESAWAT WOYLA

Tahun 1981 Najamuddin disusupkan ke dalam gerakan Jamaah Imran di Cimahi, Jawa Barat. Najamuddin pulalah yang merancang aksi anarkis berupa penyerbuan Polsek Cicendo, bahkan merancang aksi pembajakan pesawat Garuda. Peristiwa ini dikenal dengan kasus “Pembajakan Woyla.” Salah seorang “sutradara” pembajakan Woyla adalah Mulyani (belakangan lebih dikenal dengan nama A. Yani Wahid, kini almarhum). Sebagai “sutradara” ia tidak ikut dalam aksi pembajakan, namun segala persiapan pembajakan berada di tangannya. Semasa hidupnya, almarhum berkawan karib dengan Hendropriyono, bahkan ia menjadi motor penggerak di dalam mencetuskan konsep ishlah untuk kasus “Lampung Berdarah.” Selain itu, Yani juga pernah menjadi staf Menkopolkam semasa dijabat SBY (di era pemerintahan Megawati). Bahkan dia ikut pula menyukseskan SBY hingga mencapai puncak sebagai Presiden RI. Read more

INFILTRASI INTELIJEN DALAM ISLAM JAMAAH / LEMKARI

Hampir tidak ada satu lembaga Islam pergerakan yang steril dari penetrasi intelijen. Sejak awal Orde Baru, fenomena ini sudah mulai terlihat. Tidak saja dalam rangka memata-matai, namun juga—seperti pada beberapa kasus—menjadi arsitek terciptanya sebuah gerakan radikal.

Awal tahun 1970, Ali Moertopo ‘menggarap’ Nur Hasan Ubaidah, sehingga berhasil dinobatkan sebagai  “Imam” sebuah kelompok puritan ekstrem kanan yang kemudian terkenal dengan nama Islam Jama’ah (IJ). Salah satu ajarannya adalah mengafirkan, dan menganggap najis orang Islam di luar komunitasnya. Untuk menghindari protes massa akibat ajaran sesat yang dikembangkannya, lembaga ini berganti nama menjadi Lembaga Karyawan Islam (Lemkari), kemudian berganti lagi menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) hingga kini. Read more

INFILTRASI INTELIJEN DALAM GERAKAN ISLAM

Di Indonesia, upaya mendiskreditkan Islam dan umat Islam itu sudah berlangsung sejak pra-kemerdekaan; dan secara intensif dilakukan setelah merdeka, terutama melalui operasi intelijen.

Dunia Hitam Intelijen

Badan intelijen yang dimiliki negara Indonesia tidak saja Badan Intelijen Negara (BIN)[1], tetapi juga badan-badan intelijen di bawah kendali Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian RI (Polri), dan bahkan lembaga sipil lainnya. Pimpinan badan intelijen di tubuh TNI dan Polri tentu saja dijabat oleh perwira-perwira TNI dan Polri yang masih aktif. Sedangkan badan intelijen di luar TNI-Polri (misalnya: BIN), lebih sering dijabat oleh para perwira TNI atau purnawirawan TNI.

Menurut berbagai sumber yang berhasil dirangkum oleh badan Litbang Majelis Mujahidin, selama empat dasawarsa lebih (sejak 1965-2006) kepala badan intelijen dijabat oleh perwira TNI dengan pangkat minimal berbintang dua. Read more

Grand Design Memojokkan Islam di Negeri Demokrasi bernama Indonesia

By: Desvanto Rosatyawan

Ironis, Umat Islam yang merindukan kesahihan ala Al Qur’an dan As Sunnah Nabi Muhammad Shalallahu Alayhi Wa Salam nampaknya babak belur disudutkan dan terjadi “character assasination” yang sengaja di desain dan dibuatkan stereotype buruk apabila hidup di negeri demokrasi ini, meski mayoritas umatnya beragama Islam.

Anda masih ingat kasus “kolor ijo”? label ini begitu menakutkan para wanita karena isu pemerkosaan tanpa menjarah harta, ijo sendiri dekat dengan konotasi warna Islam. Kasus ini pun hilang terhembus waktu. Namun secara komunikasi, kesan yang muncul adalah jangan pilih Partai Hijau alias partai islam.

Nah kalo dulu masih menggunakan simbol dan tanda-tanda warna, namun saat ini semakin brutal saja stereotype buruk kepada Islam. Lihat saja di Indonesia, bagaimana stigma buruk disematkan oleh media-media liberal kepada umat Islam yang menginginkan kesalihan hidup, keberpihakan mereka kepada jargon “demokratisasi” sesungguhnya telah menohok umat Islam untuk menanggalkan pakaian taqwa.

Mari simak bersama, apa saja konspirasi dan dagelan yang dimainkan di negeri kita. Read more

Khutbah Idul Fitri (Tiga Misi Utama Umat Islam)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ:

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرُّ اْلأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Alhamdulillah, hari ini kita kembali merayakan Idul Fitri. Sebagaimana tahun-tahun yang lalu, hari ini adalah hari yang menandakan berakhirnya bulan Ramadhan, berakhirnya hari-hari penuh berkah, berakhirnya tarbiyah Rabbaniyah kepada kita. Sebulan lamanya kita melakukan tarbiyah Ramadhan dengan menunaikan puasa, shalat, qiyam, tilawah, dzikir, doa, mengeluar-kan zakat, infak dan shadaqah. Kita sangat berharap pada hari ini kita bisa menjadi orang yang bertaqwa, orang yang dijanjikan oleh Allah mendapat kemenangan. Menang atas serakahnya ha-wa nafsu kita, menang atas godaan setan, menang atas semua kegelisahan yang mempermainkan perasaan kita, dan menang atas ketidakberdayaan dan kemalasan yang senantiasa ada dalam diri kita.

Sudah selayaknya pada hari ini kita semua bergembira. Berbahagia. Gembira karena telah berhasil menunaikan semua kewajiban ibadah Ramadhan. Bahagia karena kita menjadi manusia baru, kembali kepada fitrah. Insya Allah, kita semua bersih kembali seperti bayi yang baru lahir.

Read more

Bukti Amerika Menyebarkan Virus Flu Babi Melalui Pesawat dan Keterlibatan NAMRU-2

www.muslimdaily.net menginformasikan :

Sebuah kabar santer yang beredar di Rusia mengatakan kalau sebenanya pesawat MD-II milik maskapai penerbangan Zimbabwe, Avia Aviation yang mengalami kecelakaan di bandara Shanghai Pudong, Cina tahun 2009 lalu adalah pesawat carteran CIA.
Pesawat tersebut menurut dugaan bukan jatuh karena kecelakaan (sebagaimana dikabarkan oleh media-media Internasional), tapi ditembak oleh Agen Mossad Israel karena membawa muatan virus flu Babi yang dapat bermutasi ke tubuh manusia. Mossad menembak pesawat tersebut untuk mencegah ancaman virus di dalamnya terhadap salah satu basis mereka di Asia Tengah yang terletak di negara Kyrgyzstan.

Menurut narasumber di Rusia, pesawat tersebut membawa misi penyebaran virus ke pangkalan rahasia Israel yang terletak di Kyrgyzstan, Asia tengah yang memperkerjakan orang-orang Yahudi Ashkenazi (Yahudi Ashkenazi adalah keturunan Yahudi terbanyak diantara orang-orang Yahudi di seluruh dunia ).
Read more

Menciptakan Hantu Teroris

Oleh Ir. Muhammad Umar Alkatiri*

MANTAN Direktur Bakin, A.C. Manullang pada sebuah media mengatakan, Omar Al-Farouq adalah agen binaan CIA, yang ditugaskan menyusup, merekrut agen lokal dari kalangan Islam radikal. Banyak yang terheran-heran dengan pernyataan itu. Bagaimana mungkin Al-Farouq yang menikahi Mira Agustina yang bercadar, putri dari Haris Fadhillah alias Abu Dzar, adalah agen CIA?

Begitulah kenyataannya. Kalangan Islam (pergerakan) memang amat sangat rentan disusupi. Terutama sejak dasawarsa pertama Orde Baru. Misalnya, pada kasus Komando Jihad, yang melibatkan nama Hispran, Adah Djaelani, Danu M. Hasan,  yang dipercaya Ali Moertopo melalui ajakan “kerja sama” menggalang kekuatan untuk mengusir bahaya komunisme dari Utara (ketika itu Amerika baru saja kalah perang dengan Vietnam yang komunis).

Kemudian di tahun 1981, kelompok pengajian pimpinan Imran di Cimahi, Jawa Barat, disusupi Najamuddin, yang kemudian diidentifikasi sebagai “intel”. Orang inilah yang memprovokasi anak-anak muda itu bertindak anarkis, menyerang Kantor Polisi Cicendo (Bandung), bahkan kemudian merancang pembajakan pesawat Garuda yang terkenal dengan kasus Pembajakan Woyla.

Itu hanya dua contoh yang bisa dikemukakan. Kalau “intel” lokal saja begitu mudah menyusup ke dalam Islam pergerakan, tentu lebih mudah lagi bagi intel luar untuk menyusup. Apalagi sumber daya manusia Islam pergerakan kebanyakan dari kalangan sosial ekonomi yang belum kuat, begitu juga dengan kapasitas intelegensianya yang belum setara, sehingga gerakan intelligence selalu dihadapi dengan otot dan emosi.
Read more

Antara Dampak Terorisme VS Dampak Kekerasan Oleh Negara

Tulisan dibawah ini diambilkan dari buku “Dibalik Berita Bom Kedubes Australia & Skandal Terorisme”, yang diterbitkan oleh cedsos, maret 2005.  Semoga kita bisa bersikap secara proporsional

………………………………………………………………………………………………………………………………………

Dampak kejahatan terorisme di Indonesia bila diukur menggunakan data statistik yang berbentuk kerugian material, hilangnya nyawa dan korban terluka masih kalah jauh bila dibandingkan dengan akibat operasi DOM di Aceh, TimTim dan Papua yang mencapai puluhan ribu jiwa.

Dampak terorisme masih kalah dengan akibat operasi petrus pada tahun 1982-1984 yang menelan puluhan ribu nyawa. Dampak terorisme masih kalah dengan akibat konflik horizontal di Ambon, Maluku dan Poso serta Sampit yang telah menyebabkan hilangnya ratusan ribu nyawa, korban luka permanen dan rusaknya harta benda yang bernilai trilliunan rupiah. Akibat yang ditimbulkan oleh aksi operasi terorisme intelejen melalui bom masih kalah dengan akibat kekejaman LB Murdani yang membantai 600 massa muslim di Priok. Dampak terorisme masih kalah dengan akibat keganasan Hendropriyono saat menjadi jagal di Talangsari Lampung hingga bersimbah darah. Dampak terorisme masih kalah dengan akibat kekejaman Westerling di Sulawesi Utara. Dampak terorisme masih kalah jauh dengan akibat kerusuhan Mei 1998. Dampak terorisme masih kalah dengan akibat pembantaian massa Partai Komunis Indonesia oleh Pemuda Anshor yang bekerjasama dengan Kodam dan Kodim pada tahun 1965-1966 yang menelan korban lebih dari 1 juta jiwa. Read more

Dakwah dan Ujian

Sesungguhnya, jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mengujinya- untuk mengetahui apakah dia ikhlas terhadapa apa yang telah mereka yakini. Telah diceritakan oleh Anas (ra) bahwa Rasul Muhammad SAW bersabda:

‘Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, Dia akan menyegerakan hukumannya dalam kehidupan ini; dan apabila menghendaki keburukan bagi hamba-Nya, maka Dia menahan azab-Nya atas dosa-dosanya hingga dia kembali kepada-Nya di Hari Pembalasan’.

Tidak seorangpun, dalam sejarah manusia, yang diuji seperti para Nabi (Anbiyaa’), khususnya kelima orang yang ‘teguh hati’ (Ulul ‘Azmi).- Nuh, Musa, Ibrahin, Isa, Muhammad ( semoga rahmat dan kasih sayang Allah tetap atas mereka). Mereka adalah orang-orang yang paling dicintai oleh Allah, namun Dia memberikan ujian yang teramat berat terhadap mereka , yang bagi orang lain tidak akan dapat menaanggungnya. Mereka diejek dan ditolak oleh kaumnya (orang-orang kafir), diserang, diboikot , diasingkan, dicela, difitnah, dianiaya dan dicemarkan. Sebagiannya bahkan dipenjara atau yang lebih buruk, dibunuh (oleh orang-orang Yahudi). Akan tetapi , Allah menjadikan kehidupan mereka sebagai contoh yang berguna bagi seluruh umat, dan, karena itu, terlihat apa yang harus diharapkan dari orang-orang kafir jika kita mengikuti dan menyeru ke Jalan Yang Lurus yakni penolakan, ejekan dan pembunuhan. Read more

Larangan berteman dengan orang-orang yang memusuhi Islam

Al Qur’an, surat Al Mujadilah (58) ayat 14 – 19 :

14. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Read more

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.